Dengan semangat kami
jalan kaki juga diiringi oleh rintik-rintik air hujan ke Roma. Karena
tidak terlalu deras, akhirnya kami memutuskan untuk meneruskan
perjalanan. Mulai dari brownies Amanda sampai alun-alun kendaraan
sangat padat kami hanya bisa jalan di jalan yang sempit sekali. Ini
juga tahun baruku pertama kali di Kota Malang, jadi aku tidak tahu
bakalan terjadi seperti ini. Kulewatkan mereka di alun-alun yang
sangat ramai. Kuberitahukan kepada mereka untuk menjaga barang-barang
mereka. Aku dan teman-temanku beranggap bahwa alun-alun di Lumajang
tidak kalah luas dan indahnya dibanding di Malang.
Setelah menyusuri
alun-alun kami melanjutkan perjalanan menuju Roma lewat jalan di
depannya Plaza Malang (aku gak tau namanya). Ada yang capek, laper,
tapi aku bilang kalau Roma sudah di depan mata. Ketika sampai di
sana, kulihat banyak sekali orang yang berjualan di pinggir jalan,
ada yang jual baju, hp, sepatu, barang antik, dll. (jujur saja aku
juga pertama kali ke sini, hehe).
Akhirnya kami berhenti di
suatu tempat yang cukup banyak koleksi sepatunya dan bagus-bagus. Aku
juga tergiur untuk membelinya namun aku lagi-lagi haru menahan
nafsuku itu. Alhasil, yang dapat sepatu hanya Fikri dengan harga Rp
110rb. Sepertinya itu masih bisa ditawar lagi, tapi kata Fikri
kasihan penjualnya, hehe. Suatu saat aku akan pergi ke sana lagi dan
membeli sepatu yang masih bagus itu. :)
Roma as in Rome, right? you'll love it there :)
BalasHapusamsaima.blogspot.com