Hari pertama ini aku
targetkan setelah Maghrib kami jalan-jalan ke MOG dan pulangnya naik
taksi. Di sini terdapat percekcokan. Ada yang mau ikut dan ada yang
tidak. Aku juga bingung kalau berangkatnya sih gampang naik AT saja
tapi kalau pulangnya gak ada kendaraan karena malam hari AT sudah gak
ada. Kalau naik taksi harus dua taksi karena jumlahnya enam. Karena
ngotot akhirnya kami berangkat.
Kami sampai di MOG pukul
7 malam, di situ bertepatan dengan lomba DJ yang ada di parkiran
depan. Aji yang ngotot mulai tadi ingin ke counter sepatu bermerek
papan atas seperti; adidas, nike, dll. Kami masuk dan kuajak mereka
berkeliling. Ada yang melihat kaset game (Abil) dan melihat diskon
buku di pintu utama (Dhimas dan Tolah). Sedangkan aku bersama Aji ke
toko sepatu dan kaget ketika melihat harganya yang sangat mahal. Ada
yang sampai sejuta lho,..
Tak lama kemudian kami
bertemu juga di Tisera toko buku. Tolah bingung mau beli di situ atau
di Gramedia langsung saja aku rujuk ke Gramedia karena terlihat lebih
lengkap. Sedangkan aku dan Aji naik ke lantai paling atas dengan lift
(hehe maklum anak desa).
Di MOG kami tidak membeli
apa-apa. Kami hanya jalan-jalan saja. Setelah itu kami bingung mau
pergi kemana lagi karena AT sudah tidak ada lagi. Mana mungkin kami
jalan ke rumah yang sangat jauh sekali. Fikri, yang terobsesi sepatu
murah di Roma (Rombengan Malam, bener gak?), mengusulkan itu
kepadaku. Yang lain juga ikut tergiur walaupun tidak seluruhnya. Kami
akhirnya jalan kaki dari MOG ke klenteng yang deketnya pasar Kebalen
(bener gak?).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar