Free Box Question Blue Glitter Cursors at www.totallyfreecursors.com
A Whole New World

Senin, 11 Agustus 2014

PPSMB ohh.. PPSMB (y)

Ospek? Hmm, mungkin kata itu tidak terdengar lagi di kampus biru, Universitas Gadjah Mada. Sejak tahun 2008, nama PPSMB mengggantikan kata ospek sebagai penyambutan mahasiswa baru a.k.a. Maba, karena keprihatinan dan kebutuhan yang semakin mendesak untuk membangun kesadaran di antara mahasiswa UGM supaya memiliki rasa kepedulian terhadap kehidupan kampus, toleransi, rasa kebangsaan, dan semangat belajar untuk menjadi mahasiswa sukses selama menimba ilmu di UGM.
PPSMB adalah singkatan dari Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru. Acara ini melatih kita untuk mengenal seluruh seluk-beluknya UGM, dari sejarahnya hingga melatih soft skill kita.
Untuk tahun 2014 ini, PPSMB dilaksanakan mulai tanggal 18-24 Agustus. Yaa, lebih tepatnya satu minggu acaranya. Pada tanggal 18 dan 19 Agustus adalah PPSMB tingkat universitas. Maksudnya, seluruh mahasiswa vokasi dan sarjana dari semua fakultas yang ada di UGM wajib untuk mengikuti acara ini. Untuk tingkat universitas, namanya ialah PPSMB Palapa. Jangan dibayangin orkes dangdut pantura-an yaa, hehe. Di sini kita akan mengenal maba yang berbeda fakultasnya dengan kita, karena gugus yang kita dapati merupakan campuran maba dari berbagai fakultas yang ada di UGM. Tuh, serukan!!
Tugasnya pun tidak terlalu berat. Saat saya mengerjakan tugas dari PPSMB Palapa, saya merasa sudah mengerti sebagian dari UGM. Jati dirinya, sejarahnya, arti dari lambang Universitas Gadjah Mada, manajemen birokrasi/kepemimpinan tingkat universitas dan orang-orang pentingnya, visi dan misinya, masalah kebangsaan yang bisa ditangani oleh mahasiswa, hymne Gadjah Mada, peta UGM, sarana dan prasarananya, mengenal mahasiswa berprestasi UGM, PKM-PIMNAS, berbagai beasiswa di UGM, dan organisasi kemahasiswaan di lingkungan UGM. Waww, it’s so amazing, right? Bahkan, acara belum dimulai pun banyak sekali yang dapat aku pelajari dari PPSMB Palapa ini. Good, :thumbsup.
Selanjutnya, tanggal 20 dan 21 Agustus waktunya untuk PPSMB tingkat fakultas. Ehem, berhubung saya maba teknik dan ini tugas PPSMB teknik, jadi saya cuma membahas tentang PPSMB Prisma. Pada tahun ini, PPSMB Prisma diikuti oleh maba dari 8 jurusan yang ada di Fakultas Teknik UGM, yaitu: Teknik Geologi, Teknik Fisika, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Teknik Mesin dan Industri, Teknik Kimia, Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Teknik Geodesi, serta Teknik Sipil dan Lingkungan. Waww, banyak kan, pasti seru acaranya.
Sebelum acaranya pun suasananya terasa menyenangkan dengan keakraban kakak-kakaknya saat menyambut registrasi para maba. Tugas yang diberikan kepada maba mempunyai arti dan tujuan sendiri pastinya, dipersiapkan agar maba siap dengan dunia perkuliahan dan kerja tentunya. Yang lebih spesifik, dibiasakan untuk membuat essai, peduli kepada sesama, mengenal kampus teknik yang luas itu, mengerti hubungan antara Tuhan, tanah air, dan teknik, serta mengerti makna dari tridharma perguruan tinggi serta penerapannya di kampus. TEKNIK!! JAYAA!!
Ini nih, yang tidak kalah penting tanggal 22 dan 23 Agustus. Acara untuk hari itu ialah soft skill. Liat materinya saja seperti menyenangkan. Seperti dikutip dalam http://ppsmbpalapa.ugm.ac.id/materi materi yang akan kita dapatkan untuk soft skill kita kali ini adalah learning skill, living skill, leadership skill, enterpreneurship, dan interdisipliner. Wahh, pasti bermanfaat banget bukan? Sesuai yang dikatakan oleh Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D, lulusan UGM akan mempunyai 3 kompetensi, yaitu: knowledge, skills, and attitude.
Hari terakhir adalah upacara penutupan rangkaian PPSMB selama satu minggu itu. Hmm, lihat rangkaian acaranya saja sudah menyenangkan. Penting sekali dengan adanya penyambutan mahasiswa baru semacam PPSMB ini, selain tidak merugikan salah satu pihak, acara ini juga memberikan banyak manfaat kepada mahasiswa baru. Semoga acara yang diselenggarakan mulai tanggal 18-24 Agustus 2014 ini berjalan dengan lancar. Amiin..

Minggu, 08 Januari 2012

My Second Day In Lumajang


Hari keduaku di Lumajang, tidak terlalu melelahkan. Setelah ngenet, aku, Tolah, dan Aji ke rumahnya Irul untuk maen-maen sebentar lah. Main kartu, makan ditraktir Irul, itu saja yang kami lakukan. Setelah itu aku dan Tolah pulang pukul 16.30an. Dan sampai di rumah Tolah hampir maghrib. Setelah itu kami melaksanakan as a usual, sholat dan makan. Lalu di kamar, kami dan Baldan nonton film sampai kami ketiduran.

My First Day In Lumajang


Hari pertamaku di Lumajang aku disambut oleh bentor (becak montor), maksudnya saat turun dari bis Ambulu aku dan Tolah harus naik bentor dulu ke rumahnya yang jaraknya 4 km.an. Di sana aku disambut baik oleh bunda dan ayahnya Tolah. Setelah sampai di sana kami langsung makan dan bersih-bersih diri. Malam pertamaku di Lumajang aku hanya lihat laptop di kamar sama Tolah dan adiknya, Baldan. Kami tidur pun tidak terlalu larut, sekitar jam 9an ya karena capek itu.

Keesokan harinya (3-1-2012), aku dan Tolah ada rencana untuk pergi ke sekolahannya Tolah di SMA 2 Lumajang. Karena Tolah osis, maka dia harus ke sana untuk merampungkan tugasnya. Kami bangun pagi, sholat, langsung makan di rumah neneknya yang tak jauh dari rumah Tolah. Setelah makan, aku dan Tolah kembali ke rumah. Sedangkan ortu dan adiknya Tolah ada acara sendiri. Di rumah kami nonton tv dan lansung mandi untuk berangkat ke Lumajang naik sepeda motor. Setelah siap, kami berangkat pukul 7 dan sampai di sana pukul 7.30. Sebelum ke SMADA, kami sempat mampir ke rumah teman kami, Irul namanya dia sekolah di Jember. Lalu, langsung deh ke SMADA. Di sana aku ketemu Aji, Aji juga ikut osis lho. Karena aku sendirian di sana, maka aku pinjem sepedanya Tolah dan ngenet di deket situ tuh. Niatku ngenet ini untuk menyelesaikan tugas TIK yang blog-blog itu wes. Di hari itu aku hanya bisa menyelesaikan 2 post. Kurang 13 tuh, tapi pasti cukup sampai minggu esok.

Sekedar informasi, kalau teman-teman yang maen ke rumah itu semuanya sekolah di SMADA (SMA terfavorit di Lumajang) dan hanya Tolah yang berada di kelas seperti aku, akselerasi. Tolah itu juga sahabatku, hehe.

I'm Coming Lumajang


Capek, itulah yang kami rasakan. Berjalan berkilo-kilometer dari malam tahun baru hingga awal tahun baru dan diguyur air hujan. Ketika sampai di rumah, teman-temanku bertanya kita gak keluar lagi kan? Aku jawab iya karena aku gak punya schedule lagi. Malam akhir di Malang dibuat rileks leh teman-temanku. Hanya menonton film, ada yang nonton HP, Wrong Turn, dan film yang tadi dibeli. Malam itu mayoritas tidurnya gak terlalu malam, kecuali Aji yang nonton HP beberapa episode hingga larut.

Keesokan hari (2-1-2012), tidak ada kegiatan yang berarti karena pukul 9 nanti teman-teman aku pulang dan aku juga ikut mereka ke Lumajang soalnya ada acara reunion RSBI ‘11. Mereka hanya bangun, sholat, maen PES, mandi, makan, bersiap-siap, pamitan, dan pulang deh,..

Pukul 9 kurang sedikit aku pamitan ke ibu, sebenarnya aku gak dibolehin ikut, karena aku memaksa maka aku dibolehin. Kami berangkat jalan kaki ke AT dan naik AT menuju Arjosari (Terminal Bis Malang). Waktu yang ditempuh sekitar 1 jam. Di perjalanan itu, Abil dan beberapa temanku ketiduran mungkin itu efek dari antimo kali ya. Sesampainya di terminal, kami ke KM dulu mau kencing. Dan tak lama kemudian kami langsung naik bis jurusan Jember. Pikiran pertama sih, kita transit di Probolinggo dan naik jurusan Ambulu. Tapi beberapa temanku setuju turun di Wonorejo, terminal bisnya Lumajang. Berjam-jam kita duduk dan aku sempat tertidur diantara Aji dan Tolah. Sesampainya di Probolinggo, kami di oper ke bis lain. Tahu gak kalian, bahwa bis yang dioper itu sudah puuuuenuh. Jadi kami yang ke bi situ tidak kebagian tempat duduk. Kami hanya bisa berdiri dan kadang-kadang aku terjatuh lho karena aku tidak kebagian tempat pegangan jadinya tidak ada titik tumpunya.

Alhamdulillah, kita tiba di Wonorejo. Kami sempat nggerundel membicarakan bis tadi yang seenaknya sendiri, masa’ sudah penuh tetep aja ditumpangi. Setelah itu kami terpisah di Wonorejo, kami saling bersalam-salaman dan mengucapkan selamat tinggal. Kali ini aku tidak terlalu sedih karena aku yakin mereka pasti datang ke reunian itu. Kami berpencar dan menaiki kendaraan umum yang berbeda. Abil naik mikrolet, Dhimas, Fikri, dan Aji naik bis jurusan Lumajang-Dampit. Sedangkan aku dan Tolah naik bis jurusan Ambulu. Aku di Lumajang ini menginap di rumahnya Tolah di Kecamatan Rowokangkung, jauh dari kota Lumajang. Ah, aku senang bisa kembali ke kota pisang ini. Aku melihat pemandangan hamparan padi yang luas dan sedap dipandang. Lumajang I LOVE YOU

Jalan Lagi, Jalan Lagi.


Sekitar jam 13.00 kita pergi dari Matos dan pulang ke rumah. Rencananya sih, nyegat TSG di perempatan baratnya UB. Di perjalanan menuju ke sana kita beli cilok bakar, es kopyor, dan yang paling unik kita mengambil sisa terompet yang digeletakan di pinggir jalan. Duh, aku sudah bilang ke temen-temen kalau itu tuh ada bekas orang lain. Tapi entah kenapa, apa mereka terobsesi masa kecil. Tolah, Dhimas, Aji, dan Abil meniupkan terompetnya sepanjang jalan. Aku dan Fikri merasa sukar karena malu. Mereka berempat selalu saja mendekati kita dan meniupkan terompetnya. Saat menunggu mikrolet TSG pun mereka masih saja main-main.

Tahu tidak kalau kita menunggu lama mikrolet TSG dan ternyata mikrolet itu direbut oleh orang lain dan sudah penuh. Bayangkan, menuggu duluan, naik gak duluan. Menunggu dan menunggu, capek sekali ya menunggu itu. Karena terlalu lama, akhirnya kita jalan ke arah selatan dan nyegat mikrolet MK. Di situ aku juga lama menunggu dan akhirnya kita jalan kaki deh, menyusuri trayeknya MK. Jalan yang cukup jauh harus kutempuh. Sejauh 4 km kayaknya, dan belum menemukan MK blas. Di ¾ jalan tak kami duga MK lewat begitu saja. Kami hanya bisa marah dalam hati, mau sampai aja mikrolet MK ada, kok gak mulai tadi. Aku bilang ke teman-teman gak usah naek wes, mau sampai aja lho. Kita juuga sempat ngiup karena hujan yang sangat lebat. Karena nafsu kami yang cukup besar, akhirnya kami semua jalan kaki di tengah guyuran hujan. Duh, duh, untungnya kita selamat di rumah dan beberapa hari kemudian ternyata tidak ada yang sakit lho,..

Shopping, Bro, . . .


Setibanya di Matos, kita langsung masuk dan berputar-putar. Tujuan pertamaku ke sana itu ingin refill parfumku. Aji yang ketagihan juga membeli parfum itu dengan aroma yang beda dengan aku. Setelah itu mereka kuajak ke Gramedia. Di sana kita lama sekali, berkeliling dan membeli buku. Aku sih, gak beli apa-apa soalnya aku gak minat bener sama buku, hehe. Lalu kita pergi ke toko kaset dan hasilnya Dhimas dan Tolah masing-masing membeli Sherlock Holmes 2 dan Cowboys vs Zombies. Lain ceritanya Aji dan Abil yang terliht di counter hp melihat headset dan kondomnya hp. Fikri dan Dhimas ingin membeli tali sepatu. Kutanya pada toko satu katanya di Strawberry, kita muter-muter matos dan kita tidak menemukannya. Setelah berlama-lama di Matos kita pulang. Dan alangkah baiknya kita menemukan toko Strawberry di dekat pintu utama yang di depan itu lho,.. Fikri pun senang katanya gak afdol kalau gak beli sepatu.

My First Day In 2012 With My Friends


Tak kusangka sudah setahun aku tidur, saat kubuka mata dan melihat hp, kalender menunjukkan angka 1-1-2012 dan jam pukul 04.40. Langsung saja aku sholat shubuh dan berdo’a semoga di tahun yang baru ini aku menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi semua orang.

Selanjutnya giliran temanku yang sholat, dan mereka langsung tiduran lagi. Maklumlah mereka tidur jam 1 dini hari. Setelah itu Aji mandi dulu sekitar jam 7.30, aku targetkan pagi itu mereeka ke Pasar Minggu. Setelah Aji, aku yang mandi, kulihat teman-teman yang lain masih tiduran. Salah satu dari mereka ada yang tidak mau ikut karena hanya jalan-jalan saja. Karena mereka terlalu lama, aku dan Aji mengendap-endap ke luar rumah mau pergi ke Candi Bandut dan foto-foto. Tolah yang mengetahui itu juga ikut bersama kita. Kita jalan kaki sejauh 100 meter dan tiba di candi itu. Kami bertiga mengabdikan banyak foto di situ. Setelah lama sekali kami akhirnya pulang. Sesaat tiba di rumah, tahukah anda? Ternyata mereka belum mandi semua. Aduh, setelah diberi pengertian mereka mandi satu per satu. Akhirnya kita berangkat pukul 9.30an. Dan tiba di perempatan Ijen Nirwana pukul 10.00. Pertama aku pikir kalau PM sudah tutup karena itu aku ajak mereka ke Matos. Naeklah kami GL ke Matos, dan tahukah anda? Saat kami lewat di depan PM ternyata belum tutup. Aji yang sangat ingin ke sana untuk beli oleh-oleh buat pacarnya harus tertunda. Kasihan, . . .

Sabtu, 07 Januari 2012

Perjalanan yang Cukup Jauh


Shopping di Roma telah usai kini saatnya kami pulang. Ketika kami pulang kulihat ada mikrolet MK, aku bilang kepada mereka kalau mikrolet itu lewat samping rumah. Aku hampiri saja mikrolet itu dan aku tanya, pak, ini ke Tidar ya? Bapaknya jawab Kalau malam hari enggak ke sana dik. Nyarter a dik? Emm, kalau nyarter bukannya tamah mahal ya (aku bicara ke teman-temanku). Kata mereka gak usah, kami jalan kaki saja.

Kalau itu keingingan mereka, yasudahlah gakpapa. Lalu kami jalan sampai di pertigaan gk tau namanya dan naik mikrolet LG. Tak terasa kami sampai di pertigaan Bondowoso, kami turun dan jalan kaki sampai ke rumah. Sepertinya jarak yang kami tempuh itu ± 5 km (jauh juga kan).

Di ¾ jalan aku, Tolah, Aji, dan Abil istirahat sebentar, sedangkan Fikri dan Dhimas meneruskan perjalanan. Kami berempat yang istirahat sempat berfoto-foto, hehe, dengan wajah kusut dan kotor. Lalu kami meneruskan perjalanan lagi, di tengah jalan kami melihat siput yang sangat besar besar sekali. Ukurannya hampir sebesar telapak kaki. kami foto juga tuh siputnya. Mendekati rumah kami bertemu Fikri dan Dhimas yang berada di depan Indomart sambil minum. kami minta dan langsung melanjutkan perjalanan. Di jalan kami bernyanyi marsnya SMADA, aku juga ikut-ikutan lho, hehe, Satria Pinandhita lahir di kota Pisang,... Hanya itu saja seh yang aku hafal. Dan kami juga sempat beli nasgor untuk dimakan di rumah. Tak terasa kami sampai di rumah, kami terlarut dalam canda dan tawa bersama. Apalagi Tolah tuh yang guyon terus di jalan.

Di rumah waktu menunjukkan pukul 23.30, kami cuci kaki, ke kamar, dan makan deh. Setelah itu, sholat yang gak ketinggalan dan aku tidur duluan, hehe. Sementara yang lain maen PES lagi. Sebelum tidur aku sempat mendengarkan suara kembang api yang bersaut-sautan di langit sana dan memang waktu sudah menunjukkan pukul 00.00.

Wiuuuhh, ini memang pengalaman yang tidak aku lupakan, jalan jauh bersama teman dengan canda tawa pada malam tahun baru dan saat gerimis menyambut. Terima kasih teman.

ROMA, I'm coming, . . .


Dengan semangat kami jalan kaki juga diiringi oleh rintik-rintik air hujan ke Roma. Karena tidak terlalu deras, akhirnya kami memutuskan untuk meneruskan perjalanan. Mulai dari brownies Amanda sampai alun-alun kendaraan sangat padat kami hanya bisa jalan di jalan yang sempit sekali. Ini juga tahun baruku pertama kali di Kota Malang, jadi aku tidak tahu bakalan terjadi seperti ini. Kulewatkan mereka di alun-alun yang sangat ramai. Kuberitahukan kepada mereka untuk menjaga barang-barang mereka. Aku dan teman-temanku beranggap bahwa alun-alun di Lumajang tidak kalah luas dan indahnya dibanding di Malang.

Setelah menyusuri alun-alun kami melanjutkan perjalanan menuju Roma lewat jalan di depannya Plaza Malang (aku gak tau namanya). Ada yang capek, laper, tapi aku bilang kalau Roma sudah di depan mata. Ketika sampai di sana, kulihat banyak sekali orang yang berjualan di pinggir jalan, ada yang jual baju, hp, sepatu, barang antik, dll. (jujur saja aku juga pertama kali ke sini, hehe).

Akhirnya kami berhenti di suatu tempat yang cukup banyak koleksi sepatunya dan bagus-bagus. Aku juga tergiur untuk membelinya namun aku lagi-lagi haru menahan nafsuku itu. Alhasil, yang dapat sepatu hanya Fikri dengan harga Rp 110rb. Sepertinya itu masih bisa ditawar lagi, tapi kata Fikri kasihan penjualnya, hehe. Suatu saat aku akan pergi ke sana lagi dan membeli sepatu yang masih bagus itu. :)

Kegiatan Pertama Di Malam Tahun Baru


Hari pertama ini aku targetkan setelah Maghrib kami jalan-jalan ke MOG dan pulangnya naik taksi. Di sini terdapat percekcokan. Ada yang mau ikut dan ada yang tidak. Aku juga bingung kalau berangkatnya sih gampang naik AT saja tapi kalau pulangnya gak ada kendaraan karena malam hari AT sudah gak ada. Kalau naik taksi harus dua taksi karena jumlahnya enam. Karena ngotot akhirnya kami berangkat.

Kami sampai di MOG pukul 7 malam, di situ bertepatan dengan lomba DJ yang ada di parkiran depan. Aji yang ngotot mulai tadi ingin ke counter sepatu bermerek papan atas seperti; adidas, nike, dll. Kami masuk dan kuajak mereka berkeliling. Ada yang melihat kaset game (Abil) dan melihat diskon buku di pintu utama (Dhimas dan Tolah). Sedangkan aku bersama Aji ke toko sepatu dan kaget ketika melihat harganya yang sangat mahal. Ada yang sampai sejuta lho,..

Tak lama kemudian kami bertemu juga di Tisera toko buku. Tolah bingung mau beli di situ atau di Gramedia langsung saja aku rujuk ke Gramedia karena terlihat lebih lengkap. Sedangkan aku dan Aji naik ke lantai paling atas dengan lift (hehe maklum anak desa).

Di MOG kami tidak membeli apa-apa. Kami hanya jalan-jalan saja. Setelah itu kami bingung mau pergi kemana lagi karena AT sudah tidak ada lagi. Mana mungkin kami jalan ke rumah yang sangat jauh sekali. Fikri, yang terobsesi sepatu murah di Roma (Rombengan Malam, bener gak?), mengusulkan itu kepadaku. Yang lain juga ikut tergiur walaupun tidak seluruhnya. Kami akhirnya jalan kaki dari MOG ke klenteng yang deketnya pasar Kebalen (bener gak?).